Nunukan Diperkenalkan Melalui Intimung Taka Berbudaya
Daerahku Punya Cerita

Nunukan Diperkenalkan Melalui Intimung Taka Berbudaya


TerasKreasi.com
Pentas Tari Intimung Taka Berbudaya disaksikan Ratusan Mahasiswa dan Pelajar dari berbagai Daerah

IPMAN MALANG adalah ikatan pelajar dan Mahasiswa kabupaten Nunukan yang berada di Malang suatu wadah organisasi mahasiswa dan pelajar yang ada di Malang. Kini mahasiswa Nunukan yang ada di malang kembali melakukan kegiatan Intimung Taka berbudaya yang artinya berkumpul kita berbudaya. Kegiatan ini telah di lakukan selama 3 kali berturut-turut,

yang pertama kami mengangkat cerita yang dimana cerita dan tarian multicultural, adapun dari cerita tersebut ialah dengan teater yang mengangkat cerita warga perbatasan di Kalimantan Utara khususnya di Kabupaten Nunukan.

Kemudian kedua kalinya intimung taka berbudaya 2 yaitu tentang nasionalisme warga perbatasan dengan tarian multicultural sesuai dengan budaya yang ada di NUNUKAN, dan yang ke 3 kali ini kami mengangkat cerita yang beraroma pribumi suku asli daerah dengan tarian adatnya (suku tidung dan Dayak Agabag) dengan tarian Adat Pentas budaya adalah kegiatan rutinitas tahunan dari organisasi daerah yakni  Ikatan Pelajar Dan Mahasiswa Kabupaten Nunukan (IPMAN MALANG).

Kami selaku mahasiswa daerah tidak lupa akan daerah kami, karena tujuan kami sebagai mahasiswa daerah yaitu membangun daerah dan memperkenalkan daerah kami di Tanah Rantau,”Ungkap Muhammad fajri selaku Ketua Umum IPMAN MALANG.

Pada kesempatan ini kami mahasiswa Nunukan di Malang telah mengadakan kegiatan Pentas Budaya yakni Intimung Taka Berbudaya yang artinya “berkumpul Kita Berbudaya” dengan adanya kegiatan tersebut kami mahasiswa Nunukan tidak akan lepas dari peran dan fungsi kami sebagai mahasiswa daerah yang tentunya memiliki tujuan untuk memperkenalkan daerah perbatasan Kabupaten Nunukan.

Dengan adanya kegiatan ini kami mahasiswa Nunukan melaksanakan kegiatan ini tentunya untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya daerah kami di tanah rantau.

Dengan Melestarikan budaya ini tentu sangat penting dan wajib untuk kita lestarikan, sehingga kami mahasiswa Daerah memperkenalkan daerah kami melalui INTIMUNG TAKA BERBUDAYA 3 ini.

“Dalam kegiatan INTIMUNG TAKA BERBUDAYA 3 ini kami pilih tema “Daerahku Punya Cerita” dari tema tersebut kami menceritakan kisah suku asli tidung pesisir Dan Suku Dayak Agabag di kabupaten Nunukan,” tambah Muhammad Fajri  di Gedung kesenian Gajayana MALANG.

Menurutnya  Kisah ini ialah cerita yang pernah terjadi di adat suku tidung Pesisir dan Dayak Agabag di Nunukan yang di dalam adat istiadat suku itu sendiri memiliki hukum adat salah satunya “Sumpah Bedolob”. Sumpah Bedelop ini adalah salah satu sumpah yang sangat sakral menurut warga sekitar dan menurut kepercayaan warga sekitar. Sehingga Ritual inilah yang sangat dijunjung tinggi disaat terjadi problematika di desa. Dan dari cerita ini kita dapat mengetahui siapa pelaku yang dapat merugikan seluruh warga desa tersebut,Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Dr. Saiman, M.Si selaku (Penasehat IPMAN MALANG) dan Senior Ipman Malang serta pihak yang telah membantu kami dalam menyukseskan kegiatan ini kali ini.

Selaku mahasiswa Nunukan, yakin dengan adanya kegiatan  dapat memperkenalkan daerah perbatasan Kabupaten Nunukan melalui berbagai macam penampilan cerita daerah hingga tarian daerah. kami tidak butuh lebih.

“Harapan  kami  dikegiatan selanjutnya  pemerintah daerah khususnya Bupati Nunukan dapat menghadiri kegiatan kami untuk menambah support dan semangat mahasiswa Nunukan,” Ungkap Muhammad fajri

“Meskipun support dari pemerintah daerah terasa belum memadai  alhamdulillah kegiatan kami berjalan dengan lancar,” ungkap Surianto  yang didaulat selaku Ketua Panitia Pelaksana. ******

IPMAN MALANG adalah ikatan pelajar dan Mahasiswa kabupaten Nunukan yang berada di Malang suatu wadah organisasi mahasiswa dan pelajar yang ada di Malang. Kini mahasiswa Nunukan yang ada di malang kembali melakukan kegiatan Intimung Taka berbudaya yang artinya berkumpul kita berbudaya. Kegiatan ini telah di lakukan selama 3 kali berturut-turut,

yang pertama kami mengangkat cerita yang dimana cerita dan tarian multicultural, adapun dari cerita tersebut ialah dengan teater yang mengangkat cerita warga perbatasan di Kalimantan Utara khususnya di Kabupaten Nunukan.

Kemudian kedua kalinya intimung taka berbudaya 2 yaitu tentang nasionalisme warga perbatasan dengan tarian multicultural sesuai dengan budaya yang ada di NUNUKAN, dan kali ini kami mengangkat cerita yang beraroma pribumi suku asli daerah dengan tarian adatnya (suku tidung dan Dayak Agabag) dengan tarian Adat Pentas budaya adalah kegiatan rutinitas tahunan dari organisasi daerah yakni  Ikatan Pelajar Dan Mahasiswa Kabupaten Nunukan (IPMAN MALANG).

Kami selaku mahasiswa daerah tidak lupa akan daerah kami, karena tujuan kami sebagai mahasiswa daerah yaitu membangun daerah dan memperkenalkan daerah kami di Tanah Rantau,”Ungkap Muhammad fajri selaku Ketua Umum IPMAN MALANG.

Pada kesempatan ini kami mahasiswa Nunukan di Malang telah mengadakan kegiatan Pentas Budaya yakni Intimung Taka Berbudaya yang artinya “berkumpul Kita Berbudaya” dengan adanya kegiatan tersebut kami mahasiswa Nunukan tidak akan lepas dari peran dan fungsi kami sebagai mahasiswa daerah yang tentunya memiliki tujuan untuk memperkenalkan daerah perbatasan Kabupaten Nunukan.

Dengan adanya kegiatan ini kami mahasiswa Nunukan melaksanakan kegiatan ini tentunya untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya daerah kami di tanah rantau.

Dengan Melestarikan budaya ini tentu sangat penting dan wajib untuk kita lestarikan, sehingga kami mahasiswa Daerah memperkenalkan daerah kami melalui INTIMUNG TAKA BERBUDAYA 3 ini.

“Dalam kegiatan INTIMUNG TAKA BERBUDAYA 3 ini kami pilih tema “Daerahku Punya Cerita” dari tema tersebut kami menceritakan kisah suku asli tidung pesisir Dan Suku Dayak Agabag di kabupaten Nunukan,” tambah Muhammad Fajri  di Gedung kesenian Gajayana MALANG.

Menurutnya  Kisah ini ialah cerita yang pernah terjadi di adat suku tidung Pesisir dan Dayak Agabag di Nunukan yang di dalam adat istiadat suku itu sendiri memiliki hukum adat salah satunya “Sumpah Bedolob”. Sumpah Bedelop ini adalah salah satu sumpah yang sangat sakral menurut warga sekitar dan menurut kepercayaan warga sekitar. Sehingga Ritual inilah yang sangat dijunjung tinggi disaat terjadi problematika di desa. Dan dari cerita ini kita dapat mengetahui siapa pelaku yang dapat merugikan seluruh warga desa tersebut,Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Dr. Saiman, M.Si selaku (Penasehat IPMAN MALANG) dan Senior Ipman Malang serta pihak yang telah membantu kami dalam menyukseskan kegiatan ini kali ini.

Selaku mahasiswa Nunukan, yakin dengan adanya kegiatan  dapat memperkenalkan daerah perbatasan Kabupaten Nunukan melalui berbagai macam penampilan cerita daerah hingga tarian daerah. kami tidak butuh lebih.

“Harapan  kami  dikegiatan selanjutnya  pemerintah daerah khususnya Bupati Nunukan dapat menghadiri kegiatan kami untuk menambah support dan semangat mahasiswa Nunukan, Meskipun support dari pemerintah daerah terasa belum memadai  alhamdulillah kegiatan kami berjalan dengan lancar,” ungkap Muhammad Fajri didampingi Surianto  yang didaulat selaku Ketua Panitia Pelaksana. ******

Tag:    seni--budaya  |  


BERITA TERKAIT

Contoh Iklan

TULIS KOMENTAR

Top