KEMKOMINFO AJAK REMAJA NUNUKAN PERANGI STUNTING LEWAT FORUM GENBEST
Peran Kominfo Dalam Upaya Penurunan Prevalensi Stunting

KEMKOMINFO AJAK REMAJA NUNUKAN PERANGI STUNTING LEWAT FORUM GENBEST


TerasKreasi.com
Giat Sosialisasi Genbest di Hotel Laura Nunukan

NUNUKAN - Masih banyak remaja yang belum peduli dan belum mendapatkan akses edukasi yang baik mengenai kesehatan dan kebutuhan gizi mereka. Padahal, kesehatan para remaja di masa kini merupakan investasi di masa depan untuk melahirkan generasi Indonesia selanjutnya yang terbebas dari stunting.Apalagi melihat di tahun 2030 mendatang, Indonesia akan mengalami bonus demografi.

Oleh sebab itu, perlu upaya pencegahan munculnya sumberdaya manusia yang tidak kompeten ketika menghadapi bonus demografi tahun 2030. Tahun itu, diperkirakan 68 persen penyangga ekonomi Indonesia adalah usia produktif yang lahir saat ini. Pemerintah tidak ingin sumber daya manusia ini mundur sebelum pertandingan global karena kalah kompetisi akibat stunting.

Melihat hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia selaku koordinator kampanye nasional penurunan prevalensi stunting menyelenggarakan Forum Sosialisasi Generasi Bersih dan Sehat (Genbest) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, untuk mengedukasi para remaja untuk lebih peduli akan permasalahan stunting.

"Saat ini masih banyak remaja yang tidak memperhatikan kebutuhan gizinya. Pola konsumsi gizi pada remaja saat ini rata-rata kurang terarah. Banyak remaja putri yang menjalani diet tidak sehat karena terobsesi memiliki tubuh langsing, sehingga mereka lupa mengonsumsi gizi yang seimbang,” ujar Kasubdit Informasi dan Komunikasi Kesehatan, Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia, Kemenkominfo, Marroli J. Indarto.

Pada akhirnya kondisi tersebut memicu kurangnya zat besi dalam tubuh sehingga mengakibatkan terjadinya anemia. Anemia bisa memperburuk kondisi dan jika gizi remaja putri tidak diperbaiki, maka di masa depan akan banyak calon ibu hamil yang kekurangan energi kronis memperbesar resiko anak yang dilahirkannya terkena stunting.

Oleh karena itu, melalui Forum Sosialisasi Genbest yang dilaksanakan di Hotel Laura Nunukan Kamis (29/8/2019)  para peserta yang terdiri dari para remaja putri dari 10 desa prioritas stunting di Kabupaten Nunukan, para perwakilan siswa dan siswi SMA dan SMK, perwakilan mahasiswa dan mahasiswi Universitas maupun Sekolah Tinggi, serta anggota komunitas di Kabupaten Nunukan akan mendapatkan edukasi seputar stunting, wawasan pemenuhan gizi yang seimbang, dan cara menjalani pola hidup sehat.

Kominfo juga berharap dengan adanya Forum Sosialisasi Genbest ini, para remaja Nunukan juga dapat menjadi agen komunikasi dalam mensosialisasikan dan mengomunikasikan mengenai pencegahan stunting kepada teman-teman sebaya mereka, baik melalui tatap muka maupun melalui sosial media.

Peran Kominfo Dalam Upaya Penurunan Prevalensi Stunting                                                                                               

Tak hanya melalui Forum Sosialisasi Genbest, para remaja bisa mendapatkan informasi lebih lanjut seputar stunting, kesehatan, nutrisi, tumbuh kembang anak juga dapat diakses melalui situs genbest.id dan media sosial @genbestidserta @infokompmk. Para generasi muda dapat pula mengunduh aplikasi android ‘AnakSehat’ untuk mengetahui informasi mengenai kesehatan ibu dan anak serta sebagai alat pantau digital tumbuh kembang anak.

“Kami mengajak masyarakat untuk dapat melakukan 3P (Peduli, Pahami dan Partisipasi) untuk membantu pengurangan stunting. Peduli berarti masyarakat peduli dengan sekitar, terutama kondisi kesehatan keluarga. Pahami sebanyak mungkin informasi terkait stunting. Terakhir, Partisipasi, mari bersama-sama berperan aktif menyukseskan gerakan sadar stunting ini dalam rangka kontribusi pada pembangunan manusia di Indonesia,” ujar Marroli.

Prevalensi stunting telah turun dari 37,2 persen (Riskedas, 2013) menjadi 30,8 persen (Riskedas, 2018) di era pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla. Meski turun signifikan, angka tersebut masih tinggi, karena tiga dari sepuluh balita di Indonesia masih mengalami stunting akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak janin hingga anak berusia 24 bulan.

Kabupaten Nunukan terpilih menjadi tempat dilaksanakannya sosialisasi GenBest dikarenakan merupakan satu dari 60 kabupaten/kota prioritas stunting di tahun 2019. Terdapat sepuluh desa prioritas Stunting di kabupaten ini yakni Labuk, Tambalang Hulu, Batung, Semata, Sumantipal, Setabu, Binusan, Patal I, Kalampising, dan Payang.*****

SIARAN PERS

Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik

Kementerian Komunikasi dan Informatika

 

Tag:    kesehatan  |  


BERITA TERKAIT

Contoh Iklan

TULIS KOMENTAR

Top